fokus kembalikan naluri gol pemain
RIAU POS - Perlahan tapi pasti, pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning terus menempa kerja sama timnya saat latihan bersama di Stadion Rumbai. Namun fokus latihan saat ini sudah masuk kepada persoalan finishing touch (penyelesaian akhir) meski dua pemain asing asal Kamerun belum bergabung.
‘’Ya, fokus kita saat ini sudah masuk kepada finishing dikolaborasikan dengan kerja sama tim. Dari hari ke hari sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Harapan dengan pola latihan yang dibuat saat ini agar naluri gol para pemain kembali pulih,’’ begitu kata asisten pelatih PSPS, Afrizal kepada Riau Pos, Senin (6/12).
Afrizal menyorot hasil pertandingan PSPS sebelumnya, tim berjuluk Askar Bertuah itu sangat kesulitan dalam menciptakan gol baik saat main kandang, maupun saat tandang. Ada banyak peluang yang harusnya menjadi gol namun terbuang sia-sia. Alhasil PSPS tak pernah menang dengan selisih dua gol atau lebih.
‘’Mungkin ini karena faktor kelelahan pemain. Dan ini tidak terlepas dari padatnya jadwal pertandingan tim. Bayangkan saya dalam masa 16 hari PSPS harus melakoni enam pertandingan, sangat melelahkan bukan,’’ ujarnya lagi.
Oleh karena itu, saat bermain konsentrasi pemain jadi kurang fokus dan tidak tenang dalam melepaskan tendangan yang tepat sasaran. ‘’Namun untuk saat ini, alhamdulillah semua menunjukkan perkembangan yang baik. Dari latihan pagi dan sore kita lakukan mulai menunjukkan hasil,’’ tambahnya lagi.
Dari shooting yang dilakukan skuad PSPS saat latihan itu, diharapkan pemain harus punya target, ke mana bola mau diarahkan. Apakah tiang jauh atau tiang dekat. ‘’Artinya dengan kondisi yang makin membaik ini, shooting yang dilakukan itu tidak asal-asalan, namun harus punya target dan setidaknya tepat sasaran,’’ jelas Afrizal.
Sedikit menyinggung soal striker andalan yang sampai hari ini belum menyumbang gol buat PSPS, M Isnaini yang saat ini masih dibekap cedera lutut kanannya aksi menawannya selalu dinanti. Kemungkinan besar hingga akhir tahun ini masih dalam proses pemulihan lewat terapi.
‘’Isnaini masih dalam proses penyembuhan, dan kita menunggu dia dalam kondisi terbaiknya selepas dari cedera,’’ tambahnya. Selain fokus pada lini depan untuk finishing touch, pelatih juga tetap membenahi lini pertahanan PSPS. Selama ini gawang PSPS sudah tujuh kali digetarkan lawan-lawannya dari tujuh laga yang telah dilalui. Satu gol satu pertandingan itu menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan PSPS. “Semoga dengan berjalannya waktu semua kelemahan ini bisa diatasi dan pada waktunya menunjukkan hasil yang optimal,’’ harap Afrizal.
‘’Ya, fokus kita saat ini sudah masuk kepada finishing dikolaborasikan dengan kerja sama tim. Dari hari ke hari sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Harapan dengan pola latihan yang dibuat saat ini agar naluri gol para pemain kembali pulih,’’ begitu kata asisten pelatih PSPS, Afrizal kepada Riau Pos, Senin (6/12).
Afrizal menyorot hasil pertandingan PSPS sebelumnya, tim berjuluk Askar Bertuah itu sangat kesulitan dalam menciptakan gol baik saat main kandang, maupun saat tandang. Ada banyak peluang yang harusnya menjadi gol namun terbuang sia-sia. Alhasil PSPS tak pernah menang dengan selisih dua gol atau lebih.
‘’Mungkin ini karena faktor kelelahan pemain. Dan ini tidak terlepas dari padatnya jadwal pertandingan tim. Bayangkan saya dalam masa 16 hari PSPS harus melakoni enam pertandingan, sangat melelahkan bukan,’’ ujarnya lagi.
Oleh karena itu, saat bermain konsentrasi pemain jadi kurang fokus dan tidak tenang dalam melepaskan tendangan yang tepat sasaran. ‘’Namun untuk saat ini, alhamdulillah semua menunjukkan perkembangan yang baik. Dari latihan pagi dan sore kita lakukan mulai menunjukkan hasil,’’ tambahnya lagi.
Dari shooting yang dilakukan skuad PSPS saat latihan itu, diharapkan pemain harus punya target, ke mana bola mau diarahkan. Apakah tiang jauh atau tiang dekat. ‘’Artinya dengan kondisi yang makin membaik ini, shooting yang dilakukan itu tidak asal-asalan, namun harus punya target dan setidaknya tepat sasaran,’’ jelas Afrizal.
Sedikit menyinggung soal striker andalan yang sampai hari ini belum menyumbang gol buat PSPS, M Isnaini yang saat ini masih dibekap cedera lutut kanannya aksi menawannya selalu dinanti. Kemungkinan besar hingga akhir tahun ini masih dalam proses pemulihan lewat terapi.
‘’Isnaini masih dalam proses penyembuhan, dan kita menunggu dia dalam kondisi terbaiknya selepas dari cedera,’’ tambahnya. Selain fokus pada lini depan untuk finishing touch, pelatih juga tetap membenahi lini pertahanan PSPS. Selama ini gawang PSPS sudah tujuh kali digetarkan lawan-lawannya dari tujuh laga yang telah dilalui. Satu gol satu pertandingan itu menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan PSPS. “Semoga dengan berjalannya waktu semua kelemahan ini bisa diatasi dan pada waktunya menunjukkan hasil yang optimal,’’ harap Afrizal.