zahrul menunggu kesempatan

RIAU POS - M Zahrul Azhar sudah lima musim membela PSPS Pekanbaru. Namun di musim kompetisi Djarum ISL 2010 ini dia belum pernah masuk starting eleven. Bahkan Zahrul harus menunggu empat pertandingan agar bisa dipercaya pelatih Abdul Rahman Gurning.

Gelandang sayap itu tampil untuk pertama kalinya musim ini saat menantang tuan rumah Semen Padang pada 23 Oktober lalu. Zahrul masuk menggantikan Putut Waringin Jati pada menit ke-75. Saat itu PSPS kalah dari Semen Padang 0-1. Kesempatan kedua bagi Zahrul menunjukkan kemampuannya adalah saat PSPS dikalahkan Sriwijaya FC 0-1 pada 28 Oktober lalu. Kala itu dia masuk pada menit ke-63 menggantikan Septia Hadi.

Hanya dua pertandingan itu yang dilakoni M Zahrul dari tujuh laga yang telah dilalui PSPS musim ini. Dengan total bermain 37 menit tentu tidak cukup bagi Zahrul membuktikan diri. Meski begitu dia bertekad menjalani latihan meningkatkan performanya. Dengan harapan pelatih memberikan kesempatan kepadanya.

‘’Saya menunggu kesempatan untuk bisa dimainkan sebagai pemain inti. Menjadi pemain cadangan ini bukanlah keinginan saya sebagai pemain bola. Saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi tim ini,’’ katanya kepada Riau Pos, Selasa (7/12).

Kondisi ini diakui oleh pemuda asal Kuok, Bangkinang yang lahir pada tahun 1982 silam. Baginya dia selalu berusaha untuk konsisten baik saat latihan maupun saat dipercaya turun di laga resmi. Meski dia tahu bahwa keputusan itu berada di tangan pelatih, namun dia tidak pernah patah arang. Latihan keras pun dilakukan supaya bisa ditunjuk sebagai pemain utama.

‘’Soal main utama atau tidak itu adalah hak pelatih. Saya hanya berusaha keras bagaimana bisa menjadi pilihan utama. Tentunya tidak mudah, perlu pembuktian saat latihan maupun saat diberi kepercayaan,’’ ujar pemain serbabisa ini.

Walau begitu, apapun keputusan pelatih dia tidak bisa membantah. Zahrul hanya berharap PSPS bisa terus mendulang kemenangan di kandang dan mampu mencuri poin di kandang lawan. ‘’Soal posisi main, saya itu sebenarnya di sayap kanan, namun pernah juga diturunkan sebagai striker. Apapun itu saya hanya ingin tim ini terus mengumpulkan angka setiap pertandingan,’’ ungkapnya.

Ditegaskan Zahrul, dia yakin kesempatan untuk menjadi pemain utama tim itu pasti ada. ‘’Tinggal menunggu waktu dan usaha keras dari saya,’’ tutupnya.

Jika dilihat dari pemain-pemain pengganti yang diturunkan Gurning. Putut Waringin Jati adalah pemain terdepan. Putut sendiri selalu tampil bersama PSPS di tujuh laga. Dua di antaranya sebagai starter saat kalah lawan Semen Padang dan Sriwijaya FC. Nama kedua adalah Rusdianto, yang bahkan diturunkan sebagai starter saat PSPS menang 1-0 atas Deltras Sidoarjo. Kala itu dia menjadi starter karena Sulaiman Alamsyah Nasution mendapat akumulasi kartu. Dia adalah satu-satu pemain yang dipercaya Gurning mengisi posisi gelandang bertahan sebagai pengganti Sulaiman Alamsyah Nasution.

Poskan Komentar